DRAMA TERBENTUKNYA PEMAIN DAN TIM PRODUKSI DALAM PERTUNJUKAN LOSM3N 78 KARYA TIYO PRAYOGA
Pertama-tama saya akan menceritakan dari sudut pandang
saya pribadi terhadap drama terbentuknya para pemain dan tim produksi
pertunjukan Losm3n 78.
Awal
mula cerita kita satu kelas mengumpulkan naskah yang sebelumnya sudah dibuat di
semester 5 lalu di vote dan naskah yang mendapatkan suara terbanyak akan
dipilih dan dipentaskan serta di jadikannya Sutradara. Di hari sabtu kemudian
kita berdiskusi bersama perihal naskah yang terpilih dan dijelaskanlah oleh
pengarangnya jika naskah tersebut terlalu ribet (kurang lebih begitu) pada saat
itu naskah yang dipilih adalah naskah tentang laut, ubur-ubur, sampah (kalau
tidak salah) karya Aldi Tiya Prayoga dan ingin diganti dengan naskah baru.
Satu
minggu kemudian naskah tersebut beres yang kali ini karyanya dibuat oleh dua
orang yaitu oleh Tiyo Haryadi dan Aldi Tiya Prayoga yang disingkat Tiyo
Prayoga. Sabtu itu belum ditentukan apa-apa tapi pak sutradara meminta kami
yang memiliki waktu luang untuk datang dan berkumpul pada hari minggunya di
lapangan Ahmad Yani untuk mendiskusikan dan memilih para pemain yang cocok
dengan tokoh yang ada dalam naskah. Dan disini puncak masalahnya. Kami satu
kelas tidak semua datang hanya beberapa orang saja, jika tidak salah hanya enam
orang. Dikarenakan pada hari itu kebanyakan ada yang kerja dan ada yang sudah
punya janji sebelumnya, contohnya ada yang main sama temannya dan ada pula yang
nonton sama pacarnya.
Pada
sore harinya, lima orang yang hadir saat itu (satu orang lagi dari fakultas
lain, pacarnya pak sutradara) di grup chat kelas mereka menggembor-gemborkan,
marah-marah dan merasa kecewa terhadap kami yang tidak datang. Dan mereka
katanya sudah membuat keputusan jika mereka akan keluar dan membuat pementasan
sendiri. Kita yang tidak datang seketika merasa panik, kecewa, tertawa dan marah
secara bersamaan dalam satu situasi dan saling salah-menyalahkan. Panik, karena
pak sutradara menyerahkan naskahnya dan sudah membuat keputusan jika akan
keluar bersama antek-anteknya. Kecewa, karena menyayangkan betapa egoisnya
mereka karena sudah membuat keputusan itu. Tertawa, karena menertawakan diri
sendiri dan memikirkan bagaimana nasib saya nantinya. Marah, karena mereka
tidak mau mendengarkan penjelasan yang lain sebab tidak bisa hadir pada saat
itu, dan malah mengembor-gemborkan perihal tanggung jawab dan beratnya tugas
seorang sutradara.
Singkat
cerita, satu minggu kemudian. Pada hari sabtunya ketika kuliah, keadaan kelas
sedari pagi sudah berasa tegang dan dingin, dalam artian tegang terhadap
situasi karena masalah sebelumnya dan dingin karena pada saat itu situasi kelas
yang biasanya hangat, asik, rame dan heboh seketika senyap (begini takut salah
begitu takut salah) sampe adegan dimana yang lima orang itu mulai berbicara. Terlebih
suara yang lebih dominan berbicara pada saat itu ada dua orang yaitu yang
mempunyai naskah Losm3n 78. Bla bla bla bicara panjang lebar, alot, ngalor
kidul perihal tanggung jawab, hari minggu tidak datang, dan segala macam
masalah seperti rencana mereka untuk keluar dan membuat pertunjukan sendiri dan
sudah membuat tim baru serta tugas masing-masing. Terus kita bagaimana??? Itu
yang kami khawatirkan.
Ketika
mereka berdua dan satu orang yang bisa dikatakan situasinya sama seperti kami
berargumen sampai-sampai mereka menggunakan nada suara yang sedikit tinggi dan
itu membuat satu ruangan diam dan tegang, ada pula yang sampai menangis karena
merasa bersalah. Dalam tengah-tengah perdebatan itu mereka berdua mengusulkan
dan menanyakan kembali kepada kami jika mereka tidak jadi keluar apakah kami
mau bertanggung jawab atau tidak? Dan lain-lain. Kami semua terutama cewe-cewe
langsung setuju dan SECARA TIDAK LANGSUNG KAMI SEMUA MEMBUAT PERJANJIAN bahwa
kami akan bertanggug jawab terhadap waktu dan tugas yang nantinya akan kami
emban.
Sampai
dipenghujuuuung, plot twist ternyata kami semua satu kelas di PRANK sama mereka
berlima dan tiga orang yang diam saja daritadi itu sudah menikmati dan merekam
semua momen-momen ketegangan, kegaduhan dan kesengsaraaan yang terjadi dari A
sampai Z.
DAN
SAYA AKUI PRANK KALIAN BERHASIL, PRANK KALIAN SELAMA SATU MINGGU ITU SUKSES
BESARRR.
Dan
pada saat itu saya terpaksa mencalonkan diri sebagai pemain padahal tidak punya
bakat apapun (akibat mempunyai rasa tidak enakkan). Serta teman-teman pemain
dan tim produksi lainnya yang dipilih secara pribadi oleh pak sutradara dan
mencalonkan diri dengan suka rela.
Terimakasih atas kenangannya…..
Bisa lihat proses latihannya di sini: https://youtu.be/1TXrqeRXRus?si=Tg76z-LjytTIjKjd
Bisa lihat Pementasannya di sini : https://youtu.be/wC7uW7wBzJE?si=-HOHSgsNcgHgnkme
SPILL SPILL SPILL…
Pak
sutradara: Aldi Tiya Prayoga
Yang
berargumen : Tiyo, Yoga, Caripah
Yang
nangis : Ananda, Nia, Mai
Yang
menikmati dan bikin video : Pinky, ella, irfan
Yang
disinggung : Ananda, Mai
Yang
tegang : Satu kelas…
Yang
ngeprank selama satu minggu: Tiyo, Yoga, Irfan, Pinky, Ella
“SEBELUM BERDRAMA, MENDRAMA DULU”





Komentar
Posting Komentar